Tulisan kali ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya, Rayquaza, Drone 4-Rotor Berbasis DJI Naza M V2 - Bagian 1 , yang dapat di akses melalui tautan ini: klik di sini . Sebagai pengantar, proyek ini adalah proyek untuk membangun sebuah drone 4-rotor berbasis flight controller keluaran DJI, yaitu NAZA-M-V2 (berikutnya akan hanya ditulis dengan NAZA saja). Penulis memilih nama proyek drone ini sesuai dengan nama "otak"-nya, yaitu NAZA. Sehingga, dipilihlah sebuah nama Pokémon yang bertipe naga dan juga bertipe terbang: Rayquaza . Pada bagian 1 dari tulisan ini telah dijelaskan pemahaman mengenai drone yang akan dibuat, kemampuan daya angkatnya, komponen-komponennya dan proses merangkainya. Sementara pada bagian 2 ini akan dijelaskan proses konfigurasi atau pengaturan yang harus dilakukan melalui aplikasi DJI Naza-M Assistant. Tanpa melakukan proses pengaturan yang dijelaskan di sini, drone tidak akan dapat terbang dengan semestinya! Apabila pilot/pembaca he
S eorang kawan baik yang juga profesor di salah satu perguruan tinggi negeri di Singapura berbaik hati memberikan sebuah hadiah. Hadiah berupa benda-benda "nyaris baru" yang sangat berharga. Yaitu sebuah kerangka drone 4-rotor tipe F450 dan satu set flight controller DJI NAZA-M-V2 ! Yah, DJI tentunya adalah nama yang sangat populer dalam dunia drone. 😉 Dikatakan "nyaris baru", karena sang profesor pernah memasrahkan benda-benda tersebut kepada mahasiswanya untuk dikerjakan, namun tidak pernah diselesaikan. Terlihat bekas solder di sana-sini dan beberapa zip tie yang bergantungan pada lengan kerangka drone . Selebihnya, tidak ada lainnya lagi. Akibatnya, sang profesor menarik balik benda-benda tersebut dari mahasiswanya, dan dijadikan hadiah untuk penulis. Rezeki nomplok! Namun sekarang harus dicari komponen-komponen lainnya, agar hadiah berharga ini dapat dimanfaatkan (terbang) dengan baik. Catatan : kawan baik saya ini pula yang menyarankan menggunakan